Gerak Lurus Beraturan (GLB) & Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

@Copyright By Indra AK | Powered by Blogger

Minggu, 06 Agustus 2017

HUKUM NEWTON


v Hukum I Newton
Bunyi Hukum I Newton yaitu “Jika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda bernilai nol, maka benda yang diam akan tetap diam (v=0) dan benda yang bergerak akan bergerak dengan kelajuan tetap (v=tetap)”. Secara matematis, Hukum I Newton dapat dinyatakan:
ΣF = 0
ΣF = resultan gaya (N)
v Hukum II Newton
Bunyi Hukum II Newton yaitu “Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan searah dengan gaya total yang diberikan”. Secara matematis, Hukum II Newton dinyatakan:
ΣF = m.a
ΣF = resultan gaya (N)
 m = massa benda (kg)
  a = percepatan (m/s2)
v Hukum III Newton
Bunyi Hukum III Newton yaitu “Setiap aksi akan menimbulkan reaksi, jika suatu benda memberikan gaya pada benda yang lain maka benda yang terkena gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama, tetapi arahnya berlawanan”


Soal dan Jawaban!!!

1.     Sebuah benda dikenai dua gaya yang arahnya berlawanan. Gaya pertama 30 N ke kanan dan gaya kedua 10 N kekiri. Jika massa benda tersebut adalah 10 kg, maka percepatan yang dialami oleh benda yaitu…
Penyelesaian :
ΣF       =  m.a
30-10  =  10.a
20       =  10.a
     a         =  20/10
      a         =  2 m/s2
2.     Sebuah benda bermassa 10 kg mengalami percepatan sebesar 4 m/s2. Resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut adalah…
Penyelesaian :
ΣF= m.a
ΣF= 10.4
ΣF= 40 N

Gerak Lurus Beraturan (GLB) & Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)


1.      Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan konstan disebut gerak lurus beraturan
( GLB ). Karena kecepatannya konstan, maka benda tidak memiliki percepatan (a=0). Secara sistematis, GLB dapat dinyatakan sebagai berikut :
v = kecepatan (m/s)
s = jarak tempuh (m)
t = waktu yang di perlukan (s)
2.      Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
GLBB merupakan gerak benda pada lintasan lurus, dengan percepatan konstan. Karena percepatan GLBB konstan, maka kecepatannya berubah secara beraturan.
Benda yang bergerak berubah beraturan dapat berupa bertambah beraturan (dipercepat) atau berkurang beraturan (diperlambat). Rumus GLBB yaitu :
vt = v0 + a.t
s = v0.t + ½ a.t2
vt2 = v02 + 2.a.s
a = percepatan (m/s2)
vt = kecepatan akhir
v0 = kecepatan awal

Soal dan Jawaban!!!

1)      Sebuah lokomotif mula-mula diam, kemudian bergerak dengan percepatan 2 m/s2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika lokomotif menempuh jarak 900 m? (GLBB)
Penyelesaian :
Harga a = konstan, berarti benda melakukan gerak GLBB

Diketahui : Vo = 0 (diam)
S = 900 m
a = 2 m/2 S = Vo. t + ½ a.t2
900 = 0 + ½ (2). t2
t2 = 900 
t = 30 sekon

2)      Setelah dihidupkan, Sebuah mobil bergerak dengan percepatan 2m/s2. Setelah berjalan selama 20 s, mesin mobil mati dan berhenti 10 s kemudian. Berapa jarak yang ditempuh oleh mobil tersebut ? (GLBB)


Penyelesaian :
Sebelum mesin mobil mati
Vo = 0
a = 2 m/s2
t = 20 s
Vt = Vo + at
Vt = 0 + 2 . 20
Vt = 40 m/s2
Setelah mesin mobil mati
Vo = 40 m/s2
Vt = 0
t = 10s
Vt = Vo + at
Vt = 40 + a. 10
a = -4
S =Vo t + ½ a t2
S = 40. 10 + ½ (-4) .102
S = 200 m
Jadi, mobil tersebut telah menempuh jarak sejauh 200m sejak mulai bergerak hingga berhenti menempuh jarak 200 m

                                          👀 🅱🆈  🅸🅽🅳🆁🅰 🅰🅺👀
 💓🅿🅾🅻🅸🆃🅴🅺🅽🅸🅺 🅷🅰🆁🅰🅿🅰🅽 🅱🅴🆁🆂🅰🅼🅰 🆃🅴🅶🅰🅻💓

Arus Listrik, Hukum Ohm & Hukum Kirchoff


Ø  Arus Listrik
Arus listrik adalah aliran partikel bermuatan listrik posiif yang mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik yang potensialnya lebih rendah. Dalam kawat penghantar electron bergerak dari potensial rendah ke potensial tinggi. Sehingga arah arus listrik berlawanan dengan arah electron.
Ø  Hukum Ohm
Hukum ohm berbunyi: ‘’Tegangan pada komponen listrik sebanding dengan kuat arus listrik yang mengalir melalui komponen tersebut asalkan suhunya dijaga tetap”
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Dimana :
V   = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I    = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
R  = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
Ø  Hukum I Kirchoff
Bunyinya hukum I Kirchoff: “Jumlah arus yang masuk ke suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik itu”
I=I1+I2+I3
Ø  Hukum II Kirchoff
Hukum II Kirchoff menyatakan bahwa jumlah aljabar dari beda potensial elemen-elemen yang membentuk suatu rangkaian tertutup sama dengan nol.
Σε + ΣI. R = 0


Soal dan Jawaban!!!

1.       Suatu hambatan 12 Ω dihubungkan dengan baterai. Setelah diukur dengan amperemeter, ternyata kuat arus yang mengalir adalah 1/2 ampere. Berapakah nilai tegangan pada baterai tersebut?
Diketahui : R = 12 Ω
 I  = 0,5 A
Ditanya :   V = ….?
Jawab :      V  = I.R
                       = 0,5.12
                       = 6 volt
2.       Sebuah lampu dihubungkan dengan listrik yang mempunyai tegangan 12 V. Ketika diukur, ternyata kuat arusnya adalah 0,4 Ampere. Coba tentukan besar hambatan pada lampu tersebut!
Diketahui; V = 12 V ; I = 0,4 A
Ditanya; R ....?
Jawab; V = I R maka R = V / I
      R = 12 V / 0,4 A
      R = 40 Ω

      Jadi besar hambatan pada lampu tersebut adalah  40 Ohm.